Dampak Covid-19 terhadap Stabilitas Rupiah




Awal tahun 2020 ini umat manusia diseluruh dunia digoncang dengan pandemi Virus Corona (Covid-19) yang membuat kepanikan dimana-mana. Ratusan ribu manusia terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia. Untuk di Indonesia sendiri pemerintah telah memberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat dalam mengatasi wabah ini agar berjalan efektif dan efisien. Tetapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengindahkan himbauan ini. Khusus di Indonesia sendiri Pemerintah telah mengeluarkan status darurat bencana

terhitung mulai tanggal 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020 terkait pandemi virus ini dengan jumlah waktu 91 hari4. Langkah-langkah telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus luar biasa ini, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan gerakan Social Distancing

 Dilanjut dengan adanya wabah ini, laporan Bank Pembangunan Asian (ADP), terbaru memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh melambat atau hanya sekitar 2,5 % pada 2020 . Angka itu turun dari pencapaian 5,0 % pada 2019 , karena adanya pandemic Covid 19. Menurut laporan Asian Development Outlook (ADO) 2020, pandemic Covid 19 bersamaan dengan penurunan harga komoditas dan gejolak pasar keuangan,akan berimplikasi buruk bagi perekonomian dunia dan Indonesia tahun ini, terlebih dengan memburuknya perekonomian sejumlh mitra dagang utama. Hal ini yang menjadi penyebab Nilai tukar Rupiah melemah. Nilai tukar sebuah mata uang sangat ditentukan oleh hubungan penawaran – pemintaan atas mata uang. Jika permintaan atas sebuah mata uang meningkat sementara penawarannya menurun , maka nilai tukar mata uang akan naik, begitupun sebaliknya. Dengan demikian, Rupiah melemah karena penawaran yang tinggi, sementara permintaanya rendah. Kepanikan pasar akibat corona bikin Rupiah tembus Rp. 16.000

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus bergerak melemah . Kurs rupiah  akan terus berada di posisi rentan selama penyebaran wabah virus corona yang menyebabkan kepanikan di pasar modal.

Kebijakan Bank Indonesia yang memangkas suku bunga acuan atau BI 7 –Day Reverse Repo Rate dilevel 4,5 % juga belum memiliki dampak besar saat ini . penurunan suku bunga saat ini kecil pengaruhnya. Stimulus yang dilakukan oleh Bank sentral terjadi kepanikan yang luar biasa.

Investor melepas asset keuangan mulai dari mata uang, saham, obligasi dan lainnya lalu beralih ke uang tunai (cash). Langkah ini dilakukan bukan karena ada masalah fundamental, namun karena kepanikan sehingga menyebabkan tekanan seperti ini

Nilai tukar rupiah kembali menguat tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin 13 / april/2020. Pada perdagangan kemarin, rupiah sudah berada di zona hijau sejak awal perdagangan hingga akhirnya membukukukan penguatan 1,14% di Rp. 15.620 / US$ . sepanjang pekan lalu, Mata Uang Garuda berhasil mencetak penguatan 3,66% sehingga total penguatan rupiah menjadi 4,8% dalam 5 hari perdagangan. Sentiment pelaku pasar yang sedang bagus membuat rupiah menguat tajam kemarin. Penyebaran pandemic virus corona (COVID-19 ) yang mulai melambat memunculkan harapan segera berakhirnya masa karantina di beberapa wilayah/Negara

Tahun ini dan tahundepan , BI memperkirakan inflasi bergerak di kisaran 2-4%. Inflasi yang rendah membuat berinvestasi di rupiah menjadi menguntungkan, karena nilainya terlalu tergerus.

Oleh karena itu, BI terus berkomitmen menjaga stabilitas nilai rupiah, bahkan seluruh Bank sentral di dunia melakukan penurunan suku bunga, melakukan injeksitas dan tentu saja mengurangi beban terhadap sector ekonomi. Bank sentral akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, otoritas jasa keuangan( OJK), dan otoritas terkait dalam memantau perkembangan corona.

Selain itu langkah – langkah kebijakan yang diperlukan pun akan dilakukan untuk memitigasi dan mengurangi dampaknya terhadap perekonomian nasional. Komitmen koordinasi yang kuat merupakan langkah- langkah antisipatif agar dampak Covid -19  bisa diatasi, baik dari sisi aspek kemanusiaan, dunia wirausaha, dari sector keuangan, dan juga stabilitas nilai tukar rupiah.

PENULIS :
Nama : Ayu Deliana
NPM : 1751020132

BABARI PANDEMI COVID-19

Demikianlah dalam bahasa Maluku Utara "BABARI" bermakna (saling tolong menolong) untuk suatu keperluan/tujuan tertentu, dalam keseharian kalimat ini selalu di gunakan pada saat setiap hajatan desa atau kerja kelompok Masyarakat di Maluku Utara.

Hal ini bahkan sudah menjadi kebiasaan Masyarakat Maluku Utara untuk saling BABARI atau bergotong royong ketika ada salah satu warga Masyarakat di desa tersebut tertimpa musibah dll, berharap konsep "BABARI" menjadi satu dari sekian juta contoh untuk senantiasa merevitalisasi babari-babari berikutnya termasuk dalam hal ini adalah "BABARI COVID 19".

Sebagaimana "BABARI" untuk tidak keluar rumah jika tidak penting, hingga keluar masuk setiap kabupaten kota, tidak bermaksud untuk menggeser makna sebenarnya hanya sedikit merefleks pikiran dari mencuatnya kasus baru saat ini Bisa di sebut COVID-19.

Dunia dalam keadaan tidak baik-baik saja, mungkin itu kalimat yang dapat mewakili kondisi kita saat ini, jika saat ini orang bertanya hal apa yang paling mengerikan dalam situasi ini, mungkin secara spontan yang terlintas dalam setiap benak kita adalah kematian dengan status positif terjangkit Corona virus, kira-kira seperti itu.

Tak perlu terlalu jauh untuk menjelaskan bgman awal mulanya COVID-19 muncul, sebagaimana beberapa waktu dekade belakangan ini hampir semua pemberitaan baik di media sosial,cetak, maupun elektronik, menyediakan ruang khusus untuk pembahsan dan penangan virus tersebut.

Seiring berjalannya waktu sampai saat ini Jumlah pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) kembali bertambah sebanyak 8.661 sehingga berjumlah 230.411, per Kamis (30/4/2020).
Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 174 sehingga menjadi 21.827.
"Jumlah pasien terbaru, PDP 21.827 dan ODP 230.411," kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Yurianto menambahkan, kasus positif Covid-19 saat ini sudah tersebar ke 34 provinsi di Indonesia atau 310 kabupaten/kota.

Di Indonesia terhususnya provinsi Maluku Utara saat ini jumlah kasus yang terindikasi positif covid 19 kian hari makin meningkat.
Demikianlah dari 34 provinsi termasuk Maluku Utara juga menjadi tempat tumbuh suburnya penyebaran virus tersebut. Tertanggal 30 April 2020 Khusus Daerah Maluku Utara mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 semakin besar, total dari sekitar 8 kabupaten dan 2 kota yakni Ternate dan Tidore bertambah menjadi 41 orang positif covid-19.

Semakin tinggi angka positif covid 19 akan sangat berdampak pada kondisi ekonomi setiap keluarga. di sebebkan virus tersebut, kita di anjurkan untuk tetap berada di rumah sebagai langkah solusi pemerintah dalam upaya mencegah atau memotong mata rantai penyebebaran virus yang lebih besar lagi.
Dalam konteks ini yang saya maksudkan "BABARI" PANDEMI COVID-19 adalah upaya sadar setiap orang secara bersama untuk senantiasa melakukan gerakan preventif dan promotif perihal memutus mata rantai penyebebaran virus,  sudah tentunya gerakan ini sangat di perlukan terlebih lagi soal kerjasama dan kesadaran bersama, dan tentunya lepaskan ego yang melekat pada pola berpikir yang sesat untuk bumi kita yang sehat.

Untuk Skema gerakan "BABARI" COVID-19 boleh di kata mengikuti anjuran pemerintah dengan senantiasa menggunakan masker ketika bepergian, rajin mencuci tangan di air yang mengalir dan jangan lupa pakai sabun, jaga jarak serta jika tidak ada hal yg penting maka tetaplah di rumah.
kita tau betul Pemerintah punya peran sangat penting dalam hal ini namun akan sangat tidak penting jika anjurannya tidak di indahkan dengan baik, pemerintah juga telah banyak berusaha untuk tetap menjaga kestabilan ekonomi keluarga, darinya di hadirkan  BLT (bantuan langsung tunai) untuk setiap keluarga dalam kategori tertentu di masa pandemic ini. maka sudah tentu pemerintah sangat membutuhkan kesadaran kita demi membantu pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebebaran virus ini.

Masa sulit ini belum bisa di prediksi kapan berakhirnya, dan sampai kapan akan terus berlanjut.
Perlu di ketahui bahwa Stigma-stigma yang beredar di kalangan masyarakat hari ini akan sangat berpengaruh pula pada setiap psikologi siapa pun, termasuk orang dengan status positif, sebabnya telah banyak orang melebelkan Covid-19 sebagai salah satu penyakit yang sangat buruk.
Tentunya setiap orang tak menginginkan dirinya disebut sebagai pasien yang positif covid-19.
Untuk itulah tetap berada di rumah,kerja dari rumah, agar segera kita keluar dari zona ini, tentunya sehat itu bukan apa-apa tapi tanpa kesehatan segala tidak berarti apa-apa.

Kita akan merindukan Maluku Utara sehat dari covid-19 maka mulailah hidup sehat dari diri sendiri, demi untuk sehat bangsa dan negara. Modal terbesar kita adalah Kesadaran Bersama dan kita pasti bisa.

Filosofi bangsa kita adalah filosofi bangsa sagu bangsa yang kuat dan bukan bangsa yang lemah segalanya di lakukan bersama-sama, maka mari BABARI menyelesaikan PANDEMI COVID-19 untuk kita semua yang lebih baik.

Salam sehat dari negri matahari terbit, Timur Jauh 💪🏻💪🏻💪🏻

Penulis :
Yazhar Hidjumra
yazharhidjumra@gmail.com

Paska Pandemi Covid 19 Di Desa Buano Utara

Selama beberapa hari setelah menyebarnya pandemi Covid-19, sebagian besar aktivitas ditutup. Jarang kembali ditemukan kelompok-kelompok di setiap sudut Desa Buano Utara, sekitarnya beberapa petuanan pun mulai mengurangi ada di tempat kerumunan orang banyak.

Sekiranya saya dapat melihat bagaimana kesepian diberbagai sudut, lantas jalanan pun seakan menjadi gua dihutan rimba.

Ketika melewati hari-hari berikutnya dengan segala kesepian, rasa bosan itu datang, hadir seakan ia memaksaku untuk harus keluar jalan sekalipun kondisi tiada memungkinkan. Lantas rasa bosan tersebut, saya mulai mencanangkan program pribadi untuk bagaimana mengendalikan rasa bosan yang ada.


Selama lima hari ini, aktivitas yang saya lakukan hanyalah ekspedisi keberbagai sudut Selat Valentine sebagai akgenda refreshing. Di Selat Valentine banyak saya temukan tumbuhan mangrove juga beberapa jenis pohon lainnya, yang sedang dalam kesuburan, hijau dan indah dipandang mata.
 



 
 
PENULIS :
Faisal Fijar
fijarfaisal@gmail.com

Indonesia Adalah Negara Yang Berkembang Dengan Mempunyai Sumber Daya Alam Yang Melimpah


Indonesia, Indonesia adalah Negara yang terletak di asia tenggara dan berada di antara benua Australia dan asia, serta samudra india  dan pasifik.

Indonesia adalah Negara kepulauan yang memiliki kurangt lebih 17.504 pulau dengan kapasitas penduduk yang terbilang cukup banyak yaitu di antara 263.846.946 juta jiwa, pada tahun 2016 lalu Indonesia mencapai rekor kepadatan berpenduduk terbesar ke empat di dunia.

Indonesa memang Negara yang memiliki sumberdaya alam yang berlimpah, tapi sayangnya dengan adanya sumberdaya alam yang melimpah ini Indonesia tidak bisa 100% mengolahnya karena terbatasnya pengetahuan dan alat-alat yang berada di Indonesia, contohnya seperti tambang emas alias freport Indonesia yang berada di papua yang sekarang ini telah dikuasai oleh Negara asiang yaitru Negara amerika serikat, Indonesia mempunyai cadangan gas alam terbesar kawasan pasifik bahkan terbesar di dunia tempatnya di blok natuna, sayang nya  dari itu semua yang sekarang ini sebaian besar hasil eksplorasi tersebut di kuasai oleh perusahaan  asing, Indonesia memaklumi semua itu karena baik dari modal, tenaga yang ahli, sampai ke peralatan semunya hampir di suplai oleh Exxon Mobil, Conoco Philips, Star Energy, dan primer Oil. Jadi dari pembagian keuntuangan/laba bisnis tersebut ebian besar di miliki oleh mera perusahaan asing, dan Indonesia sebagai pemilik kekayaan alam yang terdapat di natuna ini hanya mendapat sebagian kecil keuntungan dari penghasialan, gas alam tersebut.

Keuntungan yang mencapai triliunan rupiah itu, natuna hanya mendapatkan 225 miliar, dan pemerintah pusat hannya mendapatkan 525 miliar, sedangkan yang berupa uang triliunan rupiah itu menjadi hak milik perusahaan suasta asing itu. Tidak heran jika kabupaten natuna ini kondisi sosial ekonomi nya tidak sejahtera, dan fakta menunjukkan ternyata kabupaten natuna ini yang berserahkan migas terebut memiliki IPM terendah dibandingkan dengan lima kabupaten lain di kepri, bisa di simpulkan tingkat angka harapan hidup, pendidikan, natuna berada urutan yang paling rendah.

Dengan adanya semua itu keadaan alam yang sangat terbilang melimpah, tidak mustahil jika indonesa menjadi Negara yang paling maju, bahka menjadi Negara yang terkaya di dunia yang melebihi majunya Negara amerika serikat.

Sampai saat ini kenapa Indonesia masih terbilang Negara yang masih berkembang belom maju. Negara bisa di bilang maju jika Negara bisa menikmatin setandart hidup yang relatih   tinggi melalui teknologi dan ekonomi yang sangat merata. Indonesia bisa menjadi Negara yang maju bukan hal yang gampang karena permasalahannya bukan terdapatpada sumber daya alam yang melimpah, dan tersedia, tidak sama sekali , sumber daya alam tetap akan menjadi sumber alam jika penduduk Indonesia tidak pandai mengolah nya, dan menyerahkan semuanya kepada Negara asing ( mengekspor), dampak dari semua itu adalah kemiskinan yang semakin merata karena faktor ekonomi yang melemah, busung lapar di paua, kesulitan air di daerah-daerah tertentu , pemadaman listrk bergilir uyang terjadi sumatera , tidak adajalan yang mulus , fasilitas seperti sekolahan, tamanpendidikan yang layak untuk di tempati, dan rumah rumah hannya sekedar rumah yang sederhana yang di tempati masyarakat, yang adahannya bencana kekeringan, banjir, dan penyakit penyakit yang di sebabbkan oleh ekosistem yang rusak di daerah Kalimantan selatan akibat di keruknya sumberdaya kayu Kalimantan tersebut, apa yang terjadi dengan masyarakat kecil yang hannya pasrah dengan keadaan, tidak bisa melawan, yang terjadi adalah kemiskinan di mana-mana, karna perekonomian yang tidak lancer dan tidak merata.

“Sekian terimakasih” .

PENULIS
syarifudin anas
syarifudinanas33@gmail.com