Dampak Covid-19 terhadap Stabilitas Rupiah

16:34 Nahya Zahnaz 0 Comments




Awal tahun 2020 ini umat manusia diseluruh dunia digoncang dengan pandemi Virus Corona (Covid-19) yang membuat kepanikan dimana-mana. Ratusan ribu manusia terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia. Untuk di Indonesia sendiri pemerintah telah memberikan himbauan-himbauan kepada masyarakat dalam mengatasi wabah ini agar berjalan efektif dan efisien. Tetapi pada kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengindahkan himbauan ini. Khusus di Indonesia sendiri Pemerintah telah mengeluarkan status darurat bencana

terhitung mulai tanggal 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020 terkait pandemi virus ini dengan jumlah waktu 91 hari4. Langkah-langkah telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus luar biasa ini, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan gerakan Social Distancing

 Dilanjut dengan adanya wabah ini, laporan Bank Pembangunan Asian (ADP), terbaru memproyeksikan perekonomian Indonesia akan tumbuh melambat atau hanya sekitar 2,5 % pada 2020 . Angka itu turun dari pencapaian 5,0 % pada 2019 , karena adanya pandemic Covid 19. Menurut laporan Asian Development Outlook (ADO) 2020, pandemic Covid 19 bersamaan dengan penurunan harga komoditas dan gejolak pasar keuangan,akan berimplikasi buruk bagi perekonomian dunia dan Indonesia tahun ini, terlebih dengan memburuknya perekonomian sejumlh mitra dagang utama. Hal ini yang menjadi penyebab Nilai tukar Rupiah melemah. Nilai tukar sebuah mata uang sangat ditentukan oleh hubungan penawaran – pemintaan atas mata uang. Jika permintaan atas sebuah mata uang meningkat sementara penawarannya menurun , maka nilai tukar mata uang akan naik, begitupun sebaliknya. Dengan demikian, Rupiah melemah karena penawaran yang tinggi, sementara permintaanya rendah. Kepanikan pasar akibat corona bikin Rupiah tembus Rp. 16.000

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terus bergerak melemah . Kurs rupiah  akan terus berada di posisi rentan selama penyebaran wabah virus corona yang menyebabkan kepanikan di pasar modal.

Kebijakan Bank Indonesia yang memangkas suku bunga acuan atau BI 7 –Day Reverse Repo Rate dilevel 4,5 % juga belum memiliki dampak besar saat ini . penurunan suku bunga saat ini kecil pengaruhnya. Stimulus yang dilakukan oleh Bank sentral terjadi kepanikan yang luar biasa.

Investor melepas asset keuangan mulai dari mata uang, saham, obligasi dan lainnya lalu beralih ke uang tunai (cash). Langkah ini dilakukan bukan karena ada masalah fundamental, namun karena kepanikan sehingga menyebabkan tekanan seperti ini

Nilai tukar rupiah kembali menguat tajam melawan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin 13 / april/2020. Pada perdagangan kemarin, rupiah sudah berada di zona hijau sejak awal perdagangan hingga akhirnya membukukukan penguatan 1,14% di Rp. 15.620 / US$ . sepanjang pekan lalu, Mata Uang Garuda berhasil mencetak penguatan 3,66% sehingga total penguatan rupiah menjadi 4,8% dalam 5 hari perdagangan. Sentiment pelaku pasar yang sedang bagus membuat rupiah menguat tajam kemarin. Penyebaran pandemic virus corona (COVID-19 ) yang mulai melambat memunculkan harapan segera berakhirnya masa karantina di beberapa wilayah/Negara

Tahun ini dan tahundepan , BI memperkirakan inflasi bergerak di kisaran 2-4%. Inflasi yang rendah membuat berinvestasi di rupiah menjadi menguntungkan, karena nilainya terlalu tergerus.

Oleh karena itu, BI terus berkomitmen menjaga stabilitas nilai rupiah, bahkan seluruh Bank sentral di dunia melakukan penurunan suku bunga, melakukan injeksitas dan tentu saja mengurangi beban terhadap sector ekonomi. Bank sentral akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, otoritas jasa keuangan( OJK), dan otoritas terkait dalam memantau perkembangan corona.

Selain itu langkah – langkah kebijakan yang diperlukan pun akan dilakukan untuk memitigasi dan mengurangi dampaknya terhadap perekonomian nasional. Komitmen koordinasi yang kuat merupakan langkah- langkah antisipatif agar dampak Covid -19  bisa diatasi, baik dari sisi aspek kemanusiaan, dunia wirausaha, dari sector keuangan, dan juga stabilitas nilai tukar rupiah.

PENULIS :
Nama : Ayu Deliana
NPM : 1751020132

0 komentar:

BABARI PANDEMI COVID-19

13:15 Nahya Zahnaz 0 Comments

Demikianlah dalam bahasa Maluku Utara "BABARI" bermakna (saling tolong menolong) untuk suatu keperluan/tujuan tertentu, dalam keseharian kalimat ini selalu di gunakan pada saat setiap hajatan desa atau kerja kelompok Masyarakat di Maluku Utara.

Hal ini bahkan sudah menjadi kebiasaan Masyarakat Maluku Utara untuk saling BABARI atau bergotong royong ketika ada salah satu warga Masyarakat di desa tersebut tertimpa musibah dll, berharap konsep "BABARI" menjadi satu dari sekian juta contoh untuk senantiasa merevitalisasi babari-babari berikutnya termasuk dalam hal ini adalah "BABARI COVID 19".

Sebagaimana "BABARI" untuk tidak keluar rumah jika tidak penting, hingga keluar masuk setiap kabupaten kota, tidak bermaksud untuk menggeser makna sebenarnya hanya sedikit merefleks pikiran dari mencuatnya kasus baru saat ini Bisa di sebut COVID-19.

Dunia dalam keadaan tidak baik-baik saja, mungkin itu kalimat yang dapat mewakili kondisi kita saat ini, jika saat ini orang bertanya hal apa yang paling mengerikan dalam situasi ini, mungkin secara spontan yang terlintas dalam setiap benak kita adalah kematian dengan status positif terjangkit Corona virus, kira-kira seperti itu.

Tak perlu terlalu jauh untuk menjelaskan bgman awal mulanya COVID-19 muncul, sebagaimana beberapa waktu dekade belakangan ini hampir semua pemberitaan baik di media sosial,cetak, maupun elektronik, menyediakan ruang khusus untuk pembahsan dan penangan virus tersebut.

Seiring berjalannya waktu sampai saat ini Jumlah pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) kembali bertambah sebanyak 8.661 sehingga berjumlah 230.411, per Kamis (30/4/2020).
Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 174 sehingga menjadi 21.827.
"Jumlah pasien terbaru, PDP 21.827 dan ODP 230.411," kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Yurianto menambahkan, kasus positif Covid-19 saat ini sudah tersebar ke 34 provinsi di Indonesia atau 310 kabupaten/kota.

Di Indonesia terhususnya provinsi Maluku Utara saat ini jumlah kasus yang terindikasi positif covid 19 kian hari makin meningkat.
Demikianlah dari 34 provinsi termasuk Maluku Utara juga menjadi tempat tumbuh suburnya penyebaran virus tersebut. Tertanggal 30 April 2020 Khusus Daerah Maluku Utara mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 semakin besar, total dari sekitar 8 kabupaten dan 2 kota yakni Ternate dan Tidore bertambah menjadi 41 orang positif covid-19.

Semakin tinggi angka positif covid 19 akan sangat berdampak pada kondisi ekonomi setiap keluarga. di sebebkan virus tersebut, kita di anjurkan untuk tetap berada di rumah sebagai langkah solusi pemerintah dalam upaya mencegah atau memotong mata rantai penyebebaran virus yang lebih besar lagi.
Dalam konteks ini yang saya maksudkan "BABARI" PANDEMI COVID-19 adalah upaya sadar setiap orang secara bersama untuk senantiasa melakukan gerakan preventif dan promotif perihal memutus mata rantai penyebebaran virus,  sudah tentunya gerakan ini sangat di perlukan terlebih lagi soal kerjasama dan kesadaran bersama, dan tentunya lepaskan ego yang melekat pada pola berpikir yang sesat untuk bumi kita yang sehat.

Untuk Skema gerakan "BABARI" COVID-19 boleh di kata mengikuti anjuran pemerintah dengan senantiasa menggunakan masker ketika bepergian, rajin mencuci tangan di air yang mengalir dan jangan lupa pakai sabun, jaga jarak serta jika tidak ada hal yg penting maka tetaplah di rumah.
kita tau betul Pemerintah punya peran sangat penting dalam hal ini namun akan sangat tidak penting jika anjurannya tidak di indahkan dengan baik, pemerintah juga telah banyak berusaha untuk tetap menjaga kestabilan ekonomi keluarga, darinya di hadirkan  BLT (bantuan langsung tunai) untuk setiap keluarga dalam kategori tertentu di masa pandemic ini. maka sudah tentu pemerintah sangat membutuhkan kesadaran kita demi membantu pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebebaran virus ini.

Masa sulit ini belum bisa di prediksi kapan berakhirnya, dan sampai kapan akan terus berlanjut.
Perlu di ketahui bahwa Stigma-stigma yang beredar di kalangan masyarakat hari ini akan sangat berpengaruh pula pada setiap psikologi siapa pun, termasuk orang dengan status positif, sebabnya telah banyak orang melebelkan Covid-19 sebagai salah satu penyakit yang sangat buruk.
Tentunya setiap orang tak menginginkan dirinya disebut sebagai pasien yang positif covid-19.
Untuk itulah tetap berada di rumah,kerja dari rumah, agar segera kita keluar dari zona ini, tentunya sehat itu bukan apa-apa tapi tanpa kesehatan segala tidak berarti apa-apa.

Kita akan merindukan Maluku Utara sehat dari covid-19 maka mulailah hidup sehat dari diri sendiri, demi untuk sehat bangsa dan negara. Modal terbesar kita adalah Kesadaran Bersama dan kita pasti bisa.

Filosofi bangsa kita adalah filosofi bangsa sagu bangsa yang kuat dan bukan bangsa yang lemah segalanya di lakukan bersama-sama, maka mari BABARI menyelesaikan PANDEMI COVID-19 untuk kita semua yang lebih baik.

Salam sehat dari negri matahari terbit, Timur Jauh 💪🏻💪🏻💪🏻

Penulis :
Yazhar Hidjumra
yazharhidjumra@gmail.com

0 komentar:

Paska Pandemi Covid 19 Di Desa Buano Utara

11:26 Nahya Zahnaz 0 Comments

Selama beberapa hari setelah menyebarnya pandemi Covid-19, sebagian besar aktivitas ditutup. Jarang kembali ditemukan kelompok-kelompok di setiap sudut Desa Buano Utara, sekitarnya beberapa petuanan pun mulai mengurangi ada di tempat kerumunan orang banyak.

Sekiranya saya dapat melihat bagaimana kesepian diberbagai sudut, lantas jalanan pun seakan menjadi gua dihutan rimba.

Ketika melewati hari-hari berikutnya dengan segala kesepian, rasa bosan itu datang, hadir seakan ia memaksaku untuk harus keluar jalan sekalipun kondisi tiada memungkinkan. Lantas rasa bosan tersebut, saya mulai mencanangkan program pribadi untuk bagaimana mengendalikan rasa bosan yang ada.


Selama lima hari ini, aktivitas yang saya lakukan hanyalah ekspedisi keberbagai sudut Selat Valentine sebagai akgenda refreshing. Di Selat Valentine banyak saya temukan tumbuhan mangrove juga beberapa jenis pohon lainnya, yang sedang dalam kesuburan, hijau dan indah dipandang mata.
 



 
 
PENULIS :
Faisal Fijar
fijarfaisal@gmail.com

0 komentar:

Indonesia Adalah Negara Yang Berkembang Dengan Mempunyai Sumber Daya Alam Yang Melimpah

10:47 Nahya Zahnaz 0 Comments


Indonesia, Indonesia adalah Negara yang terletak di asia tenggara dan berada di antara benua Australia dan asia, serta samudra india  dan pasifik.

Indonesia adalah Negara kepulauan yang memiliki kurangt lebih 17.504 pulau dengan kapasitas penduduk yang terbilang cukup banyak yaitu di antara 263.846.946 juta jiwa, pada tahun 2016 lalu Indonesia mencapai rekor kepadatan berpenduduk terbesar ke empat di dunia.

Indonesa memang Negara yang memiliki sumberdaya alam yang berlimpah, tapi sayangnya dengan adanya sumberdaya alam yang melimpah ini Indonesia tidak bisa 100% mengolahnya karena terbatasnya pengetahuan dan alat-alat yang berada di Indonesia, contohnya seperti tambang emas alias freport Indonesia yang berada di papua yang sekarang ini telah dikuasai oleh Negara asiang yaitru Negara amerika serikat, Indonesia mempunyai cadangan gas alam terbesar kawasan pasifik bahkan terbesar di dunia tempatnya di blok natuna, sayang nya  dari itu semua yang sekarang ini sebaian besar hasil eksplorasi tersebut di kuasai oleh perusahaan  asing, Indonesia memaklumi semua itu karena baik dari modal, tenaga yang ahli, sampai ke peralatan semunya hampir di suplai oleh Exxon Mobil, Conoco Philips, Star Energy, dan primer Oil. Jadi dari pembagian keuntuangan/laba bisnis tersebut ebian besar di miliki oleh mera perusahaan asing, dan Indonesia sebagai pemilik kekayaan alam yang terdapat di natuna ini hanya mendapat sebagian kecil keuntungan dari penghasialan, gas alam tersebut.

Keuntungan yang mencapai triliunan rupiah itu, natuna hanya mendapatkan 225 miliar, dan pemerintah pusat hannya mendapatkan 525 miliar, sedangkan yang berupa uang triliunan rupiah itu menjadi hak milik perusahaan suasta asing itu. Tidak heran jika kabupaten natuna ini kondisi sosial ekonomi nya tidak sejahtera, dan fakta menunjukkan ternyata kabupaten natuna ini yang berserahkan migas terebut memiliki IPM terendah dibandingkan dengan lima kabupaten lain di kepri, bisa di simpulkan tingkat angka harapan hidup, pendidikan, natuna berada urutan yang paling rendah.

Dengan adanya semua itu keadaan alam yang sangat terbilang melimpah, tidak mustahil jika indonesa menjadi Negara yang paling maju, bahka menjadi Negara yang terkaya di dunia yang melebihi majunya Negara amerika serikat.

Sampai saat ini kenapa Indonesia masih terbilang Negara yang masih berkembang belom maju. Negara bisa di bilang maju jika Negara bisa menikmatin setandart hidup yang relatih   tinggi melalui teknologi dan ekonomi yang sangat merata. Indonesia bisa menjadi Negara yang maju bukan hal yang gampang karena permasalahannya bukan terdapatpada sumber daya alam yang melimpah, dan tersedia, tidak sama sekali , sumber daya alam tetap akan menjadi sumber alam jika penduduk Indonesia tidak pandai mengolah nya, dan menyerahkan semuanya kepada Negara asing ( mengekspor), dampak dari semua itu adalah kemiskinan yang semakin merata karena faktor ekonomi yang melemah, busung lapar di paua, kesulitan air di daerah-daerah tertentu , pemadaman listrk bergilir uyang terjadi sumatera , tidak adajalan yang mulus , fasilitas seperti sekolahan, tamanpendidikan yang layak untuk di tempati, dan rumah rumah hannya sekedar rumah yang sederhana yang di tempati masyarakat, yang adahannya bencana kekeringan, banjir, dan penyakit penyakit yang di sebabbkan oleh ekosistem yang rusak di daerah Kalimantan selatan akibat di keruknya sumberdaya kayu Kalimantan tersebut, apa yang terjadi dengan masyarakat kecil yang hannya pasrah dengan keadaan, tidak bisa melawan, yang terjadi adalah kemiskinan di mana-mana, karna perekonomian yang tidak lancer dan tidak merata.

“Sekian terimakasih” .

PENULIS
syarifudin anas
syarifudinanas33@gmail.com

0 komentar:

Problematika Transfer Pricing Era Globalisasi dalam Perspektif Islam

11:26 Nahya Zahnaz 0 Comments


Globalisasi membuat perekonomian berkembang pesat, globaliasi berperan mengurangi
atau bahkan menghilangkan hambatan antar negara dalam hal memudahkan arus barang, jasa
modal, dan sumber daya antar negara. Globalisasi memunculkan tumbuh dan berkembangnya
perusahaan multinasional kemajuan pesat dalam teknologi informasi, transportasi,
komunikasi, memberikan kemudahan pada perusahaan multinasional untuk menempatkan
usaha di negara maupun di belahan dunia. Perusahaan juga menghadapi permasalahan yaitu
salah satunya tarif pajak. Tarif pajak berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.
Perbedaan tarif pajak ini menimbulkan perusahaan mengambil keputusan untuk melakukan
transfer pricing dalam transaksi perusahaan.

Transfer pricing adalah kebijakan perusahaan untuk menentukan harga transfer suatu
transaksi baik berupa barang, jasa, harta tak terwujud, ataupun transaksi finansial yang
dilakukan oleh perusahaan. Transfer pricing menjadi isu penting baik bagi Wajib Pajak
maupun otoritas pajak. Terutama mempengaruhi penentuan negara mana yang akan
diuntungkan dalam memberikan pajak atas laba perusahaan multinasional.

Transfer pricing (penentuan harga transfer) secara umum adalah kebijakan suatu
perusahaan dalam menentukan harga suatu transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa. Dalam praktik transfer pricing seringkali diartikan sebagai upaya untuk
memperkecil pajak dengan cara menggeser harga atau laba antar-perusahaan dalam satu grup,
dalam hal ini penyalahgunaan perusahaan untuk mengejar laba tinggi dari penjualan.

Bagiperusahaan yang memiliki anak perusahaan di negara yang tarif pajaknya rendah atau negara
yang berstatus tax heaven country melihat ini sebagai peluang untuk membuat strategi untuk
mendapatkan laba lebih tinggi dan penghindaran pajak. Hal ini menjadi alasan yang kuat
untuk perusahaan multinasional memilih melakukan transfer pricing.


Banyak modus baru bermunculan di Indonesia. Paling tidak hal itu tersalurkan lewat dua
celah yang kerap kali bisa diakali : (i) dengan menaikkan (mark-up) harga bahan baku, (ii) di
pihak lain menurunkan harga (mark-down) penjualan. Angka-angka rekayasa itulah yang
diduga disertakan dalam laporan keuangan untuk mengakali pembagian deviden rendah untuk
menghindari pembayaran pajak.

Pada transaksi rekayasa pajak pada transfer pricing, terjadi permainan harga antara
perusahaan terafiliasi, dimana harga yang berlaku di antara mereka berbeda dengan harga
pasar. Harga tersebut memang telah dirancang sedemikian rupa untuk tujuan mengalihkan
keuntungannya ke perusahaan cabang yang berada di negara bertarif pajak rendah (tax-
heaven country).

Cara mengalihkan keuntungan di antaranya dengan merekayasa harga
penjualan dan atau harga pembelian menjadi lebih rendah atau lebih tinggi daripada harga
pasar. Sehingga pajak yang dibayar menjadi kecil. Islam mengkategorikan perbuatan
menetapkan harga tanpa melalui permintaan dan penawaran, sebagai tindakan yang zalim,
karena mematok harga yang berarti telah mengambil hak orang lain.

Dengan melihat jalannya transaksi transfer pricing secara umum, maka dapat
disimpulkan bahwa transaksi transfer pricing dikategorikan ke dalam transaksi jual beli (al-
bay’).

Ayat Al-Quran yang berhubungan dengan transfer pricing dijelaskan pada QS. An-Nisa
ayat 29, yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan
jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di
antara kamu dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; sesungguhnya Allah adalah
Maha Penyayang kepadamu”.

Pada ayat ini dijelaskan bahwa jangan memakan harta sesamamu dengan jalan yang
batil, yang berarti dalam penelitian ini berhubungan dengan penggelapan pajak yang
dilakukan perusahaan dengan melakukan transaksi transfer pricing. Kecuali dengan jalan
perniagaan yang berlaku, yaitu dalam penelitian ini transfer pricing harus dilakukan dengan
ketentuan yang berlaku, penjualan barang antar perusahaan yang mempunyai hubungan
istimewa harus menggunakan harga pasar dari suatu barang atau jasa yang dijual tersebut.

Jual beli dikatakan sah apabila telah memenuhi rukun dan syaratnya. Rukun jual beli
menurut jumhur ulama’ adalah orang yang berakad, sighat, barang yang diperjual belikan
dengan harga barang. Pada transaksi transfer pricing ada beberapa rukun yang harus
dipenuhi. Yang pertama adalah orang berakad, dalam hal ini penjual dan pembeli adalah
perusahaan cabang. Yang kedua yaitu sighat (lafal ijab dan qabul).

Penyerahan barang dan jasa pada transaksi transfer pricing dilakukan melalui pengiriman diwakili dengan dokumen
serta faktur pengiriman barang/jasa sehingga ijab qabul-nya tidak dengan berhadap-hadapan
secara langsung, tetapi melalui dokumen pengiriman. Ijab qabul seperti ini dinyatakan sah,
karena memang ijab qabul secara berhadapan sulit untuk dilaksanakan. Rukun yang ketiga
yaitu adanya barang yang diperjual belikan (ma’qud alaih).

Salah satu syarat ma’qud alaih adalah suci, milik sendiri, tidak dibatasi waktu, dapat diserahterimakan dan mempunyai
manfaat. Rukun keempat adalah harga barang. Harga dalam islam terbagi menjadi dua yaitu
al-thaman dan al-si’r. Al-si’r adalah harga yang berlaku di tengah-tengah masyarakat,
sedangkan al-thaman adalah harga sesama pedagang sebelum barang itu dijual kepada
konsumen (harga modal awal barang).

Pemerintah di Indonesia sendiri telah menetapkan kebijakan harga transfer (Advance
Pricing Agreement) diantara pihak yang terikat hubungan istimewa dengan tujuan
mengurangi rekayasa pajak melalui transfer pricing. Harga transfer yang diterapkan
pemerintah merujuk pada harga wajar, yaitu pihak-pihak independen. Tujuannya untuk
mengurangi praktek nakal yang dilakukan oleh perusahaan yang tidak bersedia membayar
pajak sesuai dengan kewajibannya.

Tindakan pemerintah menetapkan harga transfer ini tidak termasuk penetapan harga yang
zalim, tetapi termasuk al-tas’ir aljabari karena memang diperlukan dan sesuai dengan
kondisi yang ada, demi menyelamatkan keuangan negara dari kerugian. Oleh karena itu
pemerintah menetapkan harga transfer di antara pihak-pihak yang terikat dalam hubungan
istimewa untuk mengurangi terjadinya rekayasa pajak melalui transfer pricing.

Untuk mencegah penghindaran pajak karena penentuan harga tidak wajar (non arm’s
length price), muncul peraturan Dirjen Pajak No PER-42/PJ/2011 tanggal 11 November
2011. Aturan itu membahas penerapan prinsip kewajaran dan kezaliman usaha (arm’s length
principles) terkait dengan transaksi antara wajib pajak dan pihak yang memiliki hubungan
istimewa. Aturan itu mengharuskan wajib pajak untuk menggunakan nilai pasar wajar dalam
bertransaksi dengan pihak istimewa (related parties).

Kategori hubungan istimewa di Indonesia, diatur Pasal 18 UU No 36/2008, yaitu
penyertaan modal minimal 25%, keterkaitan pengelolaan manajemen dan hubungan keluarga
sederajat sedarah. Apabila wajib pajak tidak bisa menunjukkan bukti pendukung kewajaran
harga transaksi, Ditjen Pajak akan menetapkan harga transaksi yang wajar di antara pihak-
pihak yang terafiliasi. Namun, ada pengecualian, kewajiban pelaporan transfer pricing
dibatasi untuk nilai minimal sebesar Rp 10 miliar dalam satu tahun pajak.

PENULIS
Sari Purwaningrum 
(Mahasiswi S1 Akuntansi, FE, UNISSULA)

DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an
Haroen, Nasrun. Fiqih mu’amalah. Jakarta : Gaya Media Pratama, 2000

mediaindonesia.com/read/detail/42597-menyiasati-penyalahgunaan-transfer-pricing

0 komentar:

Mereka Butuh Cinta

10:18 Nahya Zahnaz 0 Comments


Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata cinta, sebenarnya apa sih itu cinta, bagaimanasih  cinta bisa terjadi?  Nah di pembahasan kali  ini kita akan mengkaji  tentang  cinta dan bagaimana cinta itu sebenarnya, tapi sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai cinta yang akan kita bahas, alangkah lebih baiknya kita rubah dulu persepsi kita mengenai  cinta , jadi di pembahasan kali ini cinta yang akan di bahas bukanlah cinta yang dirasakan oleh dua sejoli (antar laki-laki dan perempuan) melainkan cinta yang mempengaruhi proses kognitif para anak.]

Sejak dalam kandungan kita sudah mendapatkan cinta yang di berikan  oleh kedua orang tua terlebih ibu, cinta adalah sebuah rasa kasih dan sayang yang dimiliki oleh setiap insan, tidak seorang insanpun yang hidup tanpa cinta, setiap insan memiliki cinta dan membutuhkan cinta.

Berikut adalah pandangan para ahli mengenai cinta

⦁     Baron dan Byrne(2000) menyatakan pandangan tentang cinta yang di anggap sebagai kombinasi semua yang dirasakan seseorang, pengenalan dan aktivitas pada hubungan.
⦁    Abraham Maslow, Menurutnya cinta  tidak sinonim dengan seks, cinta adalah hubungan sehat antara sepasang manusia yang melibatkan perasaan saling menghargai , menghormati, dan mempercayai.Menurut maslow, kegagalan memenuhi kebutuhan memiliki dan cinta menjadi sebab hampir semua bentuk  psikopatologi.
⦁    Sternberg mendefinisikan cinta sebagai sebuah cerita kehidupan yang di tulis seseorang. Dimana peristiwa tersebut berisi tentang karakter pribadi, minat dan perasaan dalam konrksinya kepada orang lain.

Manfaat  dari cinta  sangatlah banyak  diantaranya adalah :

⦁    Memberikan rasa gembira.
⦁    Membangun semangat belajar.
⦁    Membangun sikap optimis.
⦁    Mengurangi depresi.
⦁    Meningkatkan konsentrasi.
⦁    Membentuk tingkah laku yang baik.
⦁    Sikap sosial yang baik di tengah-tengah masyarakat.

Dari beberapa manfaat diatas dapat disimpulkan bahwa cinta yang di peroleh oleh seseorang sangat berdampak besar pada perkembangan kognitifnya,  manfaat cinta bukan hanya pada kognitif tapi juga dalam bertingkah laku.

Ada dua tipe cinta yang harus di ketahui oleh orang tua  dalam proses mendidikan anak,  yang dapat mempengaruhi kognitif seorang anak.

⦁    Cinta yang dinampakkan secara langsung, maksudnya seorang anak yang di besarkana dengan rasa cinta yang dinampakkan, seperti memberikan kebebasan pada seorang anak untuk mengembangkan kreativitasnya, dan memberikan kebasan untuk sang anak bercerita  tentang dunianyan, didikan  seperti ini sangat bagus untuk menstimulus  perkembangan anak dalam proses berfikir, karena hal ini akan membangun persepsi yang optimis untuk memulai sesuatu hal yang dia angap menarik untuk di kembangkan tanpa adanya perasaan yang pesimis. Hal ini juga di dorong oleh perhatian yang penuh oleh orang tua, sehinga sang anak selalu merasa atau tau sebenarnya orang tuanya benar-benar menyayanginya tanpa  orang tua harus mengatakan pada anaknya” mama dan papa sangat menyayangi kamu”. Dalam pola asuh yang seperti ini juga harus ada beberapa penerapan yang harus dilakukan orang tua seperti , jika seorang anak melakukan hal yang benar  atau meraih prestasi orang tua harus memberikah hal semacam hadiah berupa pujian, benda, atau apresiasi-apresiasilainya, tapi sebaliknya jika seorang anak melakukan kesalahan maka wajib bagi orang tua untuk bersikap tegas yaitu seperti, menyarankan hal yang lebih baik pada sang anak, memarahi, dan boleh memberikan hukuman yang setimpal atas kesalahan sang anak.

⦁    Cinta yang tidak dinampakkan( didikan yang otoriter), adalah  suatu didikan yang keras pada anak seperti orang tua terlalu membatasi kreativitas anak, terlalu mengatur kegiatan sang anak, mengetuai sang anak, terlalu banyak larangan,  sehingga sang anak merasa dirinya tidak ada kebebasan dalam hal apapun, hal ini sangat bertentangan dengan didikan langsung yang diberikan oleh orang tua,  didikan semacam ini akan mempengaruhi kognitif anak dalam pola pikir, yang mana sang anak selalu merasa pesimis dan takut memulai hal-hal baru, karena anak merasa  tidak ada dorongan dari orang tua dan mengangap orang tua nya tidak mencintai dirinya, walaupun orang tua sering berkata” nak mama dan papa begini untuk kamu, untuk kebaikan kamu” tapi kata-kata ini tidak akan mempengaruhi pola pikir awal sang anak  yang mengangap orang tuanya  tidak menyayanginya. Didikan oteriter ini sering kali memberi hukuman jika salah pada sang anak, dan mengabaikan prestasi dari seorang anak. Didikan yang oteriter ini berkemungkinan besar di pengaruhi oleh didikan ibu semasa kecilnya yang di beri didikan yang keras oleh sang nenek sehingga mempengaruhi Long Term Memori  sang ibu dalam mendidik anak-anaknya di masa dia menjadi ibu.

Dalam masa perkembangan sang anak orang tua di tuntut untuk sabar dan memaklumi banyak kesalahan-kesalahan dari tingkah laku para anak, dan termasuk juga pertanyaan-pertanyaan yang sulit di jelaskan pada sang anak, hal –hal ini di lakukan oleh sang anak karena ada perasaan ingin tau akan hal-hal baru, dan jangan sesekali orang tua mematahkan pertanyaan dari sang anak dengan kata-kata yang keras contohnya  seperti” sudahlah kamu nanya-nanya terus, jangan nanya- nanya terus, mama/papa ngak tau” pernyataan semacam ini dari orang tua akan membuat sang anak takut untuk bertanya, dan anak pun melakukan hal yang dia angap benar, tapi jika keputusan yang di lakukan oleh sang anak salah orang tua malah memarahi sang anak, tanpa mereka sadari bahwa kesalahan sang anak itu karena orang tua yang tidak memperhatikan dan tidak memberikan kebebasan untuk bertanya.

Dari beberapa pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa manfaat cinta sangat banyak dalam pembentukan kognitif sang anak, bukan hanya itu saja, cinta juga merupakan hal yang primer dalam pembentukan kognitifnya, karena dalam cinta terdapat, stimulus-stimulus yang mempengaruhi pola pikir seorang anak.

PENULIS
Ningrum Nilam Sari
Mahasiswa program studi psikologi islam
UIN Imam Bonjol, Padang, Sumatra Barat.

0 komentar:

Masalah Kebangsaan Bangsa Indonesia

10:07 Nahya Zahnaz 0 Comments

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang unik dan besar. Bangsa yang terdiri dari berbagai ragam suku, agama, budaya, etnis yang tersebar di berbagai pulau. Ini merupakan sebuah kekayaan yang patut menjadi kebanggaan besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, kebanggaan ini menjadi tidak bermakna ketika kebhinekaan yang ada tidak menjadi bagian dari diri setiap anak bangsa dan akan memunculkan sifat sekretarian, yang akan menggerus rasa nasionalisme. Ini masalah kebangsaan yang senantiasa muncul di tengah masyarakat.

Kesadaran dari masing masing individu dalam pentingnya ke bhinekaan dalam suatu negara ini masih kurang , akibat dari kurang sadar nya individu individu terhadap penting nya ke bhinekaan dalam bernegara menyebabkan beragam konfrim antar ras dan budaya di bangsa kita sendiri.

Kita belum menyadari bahwa perbedaan perbedaan itu lah yang menyatukan kita semua menjadi bangsa Indonesia ini , bila kita semua mempunyai kesadaran lebih tentang ke bhinekaan ini maka kita akan menjadi bangsa yang maju , tidak mementingkan perbedaan perbedaan yang ada, dan malah menjadikan perbedaan itu sebagai ciri khas masing masing yang harus bisa kita menjaga toleransi antar perbedaan itu.

Persoalan seperti ini memang terlihat mudah , tetapi dalam kenyataannya memang masih sulit tentang menyadarkan bangsa kita untuk saling ber toleransi dan hidup dalam ke bhinekaan . Solusi yang dapat kita terapkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan pendidikan, dengan adanya pendidikan sejak dini tentang toleransi dan ke bhinekaan maka dalam sejalannya waktu kesadaran itu akan tumbuh dengan sendiri nya.

Pendidikan yang tidak hanya mengedepankan aspek kognitif namun juga mengutamakan aspek afektif dan psikomotorik. Jika perlu sejak di play group anak-anak bangsa harus sudah diperkenalkan dengan Pancasila. Instruktur pengajarnya harus memberikan contoh sikap yang mencerminkan moral Pancasila dan kebhinekaan bangsa Indonesia.

Dengan demikian, anak-anak bangsa sudah terbiasa dengan nilai-nilai Pancasila yang menekankan persatuan dan kesatuan meski kita hidup dalam kebhinekaan. Prinsip saling menghargai dan menghormati serta sikap toleransi dalam perbedaan menjadi darah pemuda bangsa. Sehingga, misalnya sikap sektarianisme yang ada di sebagian anak bangsa menjadi semakin pudar seiring dengan perjalanan waktu.

Melalui jalan ini diharapkan bangsa Indonesia bisa semakin sadar tentang apa pentingnya keberagaman perbedaan dalam bangsa kita dalam bhinekaan tunggal Ika ini .

Penulis :
Nama    : Hastu Permono
Nim.      : 19811334017
Prodi.     : Administrasi Perkantoran A

0 komentar: