AKAN BERANGKAT KE YOGYA

Image
Tahun depan aku akan berangkat ke Yogya meneruskan studiku di Universitas ternama
Seperti yang kamu tahu dan pernah aku ceritakan, aku ingin lekas lulus sarjana dan melanjutkan studi,
Apa kabar kamu di kota apel (?) aku harap kamu baik – baik saja
Aku tahu udara di kota apel sangat dingin jelas berbeda dengan kota pahlawan tempatku belajar
Akhir – akhir ini pesanku tidak kau balas, apakah ayahmu marah (?)
Sebenarnya ini yang sejak dulu aku herankan kenapa papamu bisa seperti itu pada semua laki – laki

Engkau tahu bukan bahwa aku bukan laki – laki kurang ajar seperti orang – orang yang sering mengoda kamu
Jelas aku berbeda, namun kenapa kau tidak membelaku sama sekali
Dan memilih mendiamkan pesanku, apakah kau terlalu sibuk (?)
Aku rasa tidak karena kau tipe orang yang malas belajar dan bukan pekerja keras

Baiklah gadis manis saatnya kita selesaikan ini,
Aku akan berangkat ke yogya tahun depan dan meraih gelar master
Dan aku ucapkan semoga engkau baik – baik saja


Sebuah catatan yang sebenarnya saya…

Mereka Butuh Cinta


Mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata cinta, sebenarnya apa sih itu cinta, bagaimanasih  cinta bisa terjadi?  Nah di pembahasan kali  ini kita akan mengkaji  tentang  cinta dan bagaimana cinta itu sebenarnya, tapi sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai cinta yang akan kita bahas, alangkah lebih baiknya kita rubah dulu persepsi kita mengenai  cinta , jadi di pembahasan kali ini cinta yang akan di bahas bukanlah cinta yang dirasakan oleh dua sejoli (antar laki-laki dan perempuan) melainkan cinta yang mempengaruhi proses kognitif para anak.]

Sejak dalam kandungan kita sudah mendapatkan cinta yang di berikan  oleh kedua orang tua terlebih ibu, cinta adalah sebuah rasa kasih dan sayang yang dimiliki oleh setiap insan, tidak seorang insanpun yang hidup tanpa cinta, setiap insan memiliki cinta dan membutuhkan cinta.

Berikut adalah pandangan para ahli mengenai cinta

⦁     Baron dan Byrne(2000) menyatakan pandangan tentang cinta yang di anggap sebagai kombinasi semua yang dirasakan seseorang, pengenalan dan aktivitas pada hubungan.
⦁    Abraham Maslow, Menurutnya cinta  tidak sinonim dengan seks, cinta adalah hubungan sehat antara sepasang manusia yang melibatkan perasaan saling menghargai , menghormati, dan mempercayai.Menurut maslow, kegagalan memenuhi kebutuhan memiliki dan cinta menjadi sebab hampir semua bentuk  psikopatologi.
⦁    Sternberg mendefinisikan cinta sebagai sebuah cerita kehidupan yang di tulis seseorang. Dimana peristiwa tersebut berisi tentang karakter pribadi, minat dan perasaan dalam konrksinya kepada orang lain.

Manfaat  dari cinta  sangatlah banyak  diantaranya adalah :

⦁    Memberikan rasa gembira.
⦁    Membangun semangat belajar.
⦁    Membangun sikap optimis.
⦁    Mengurangi depresi.
⦁    Meningkatkan konsentrasi.
⦁    Membentuk tingkah laku yang baik.
⦁    Sikap sosial yang baik di tengah-tengah masyarakat.

Dari beberapa manfaat diatas dapat disimpulkan bahwa cinta yang di peroleh oleh seseorang sangat berdampak besar pada perkembangan kognitifnya,  manfaat cinta bukan hanya pada kognitif tapi juga dalam bertingkah laku.

Ada dua tipe cinta yang harus di ketahui oleh orang tua  dalam proses mendidikan anak,  yang dapat mempengaruhi kognitif seorang anak.

⦁    Cinta yang dinampakkan secara langsung, maksudnya seorang anak yang di besarkana dengan rasa cinta yang dinampakkan, seperti memberikan kebebasan pada seorang anak untuk mengembangkan kreativitasnya, dan memberikan kebasan untuk sang anak bercerita  tentang dunianyan, didikan  seperti ini sangat bagus untuk menstimulus  perkembangan anak dalam proses berfikir, karena hal ini akan membangun persepsi yang optimis untuk memulai sesuatu hal yang dia angap menarik untuk di kembangkan tanpa adanya perasaan yang pesimis. Hal ini juga di dorong oleh perhatian yang penuh oleh orang tua, sehinga sang anak selalu merasa atau tau sebenarnya orang tuanya benar-benar menyayanginya tanpa  orang tua harus mengatakan pada anaknya” mama dan papa sangat menyayangi kamu”. Dalam pola asuh yang seperti ini juga harus ada beberapa penerapan yang harus dilakukan orang tua seperti , jika seorang anak melakukan hal yang benar  atau meraih prestasi orang tua harus memberikah hal semacam hadiah berupa pujian, benda, atau apresiasi-apresiasilainya, tapi sebaliknya jika seorang anak melakukan kesalahan maka wajib bagi orang tua untuk bersikap tegas yaitu seperti, menyarankan hal yang lebih baik pada sang anak, memarahi, dan boleh memberikan hukuman yang setimpal atas kesalahan sang anak.

⦁    Cinta yang tidak dinampakkan( didikan yang otoriter), adalah  suatu didikan yang keras pada anak seperti orang tua terlalu membatasi kreativitas anak, terlalu mengatur kegiatan sang anak, mengetuai sang anak, terlalu banyak larangan,  sehingga sang anak merasa dirinya tidak ada kebebasan dalam hal apapun, hal ini sangat bertentangan dengan didikan langsung yang diberikan oleh orang tua,  didikan semacam ini akan mempengaruhi kognitif anak dalam pola pikir, yang mana sang anak selalu merasa pesimis dan takut memulai hal-hal baru, karena anak merasa  tidak ada dorongan dari orang tua dan mengangap orang tua nya tidak mencintai dirinya, walaupun orang tua sering berkata” nak mama dan papa begini untuk kamu, untuk kebaikan kamu” tapi kata-kata ini tidak akan mempengaruhi pola pikir awal sang anak  yang mengangap orang tuanya  tidak menyayanginya. Didikan oteriter ini sering kali memberi hukuman jika salah pada sang anak, dan mengabaikan prestasi dari seorang anak. Didikan yang oteriter ini berkemungkinan besar di pengaruhi oleh didikan ibu semasa kecilnya yang di beri didikan yang keras oleh sang nenek sehingga mempengaruhi Long Term Memori  sang ibu dalam mendidik anak-anaknya di masa dia menjadi ibu.

Dalam masa perkembangan sang anak orang tua di tuntut untuk sabar dan memaklumi banyak kesalahan-kesalahan dari tingkah laku para anak, dan termasuk juga pertanyaan-pertanyaan yang sulit di jelaskan pada sang anak, hal –hal ini di lakukan oleh sang anak karena ada perasaan ingin tau akan hal-hal baru, dan jangan sesekali orang tua mematahkan pertanyaan dari sang anak dengan kata-kata yang keras contohnya  seperti” sudahlah kamu nanya-nanya terus, jangan nanya- nanya terus, mama/papa ngak tau” pernyataan semacam ini dari orang tua akan membuat sang anak takut untuk bertanya, dan anak pun melakukan hal yang dia angap benar, tapi jika keputusan yang di lakukan oleh sang anak salah orang tua malah memarahi sang anak, tanpa mereka sadari bahwa kesalahan sang anak itu karena orang tua yang tidak memperhatikan dan tidak memberikan kebebasan untuk bertanya.

Dari beberapa pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa manfaat cinta sangat banyak dalam pembentukan kognitif sang anak, bukan hanya itu saja, cinta juga merupakan hal yang primer dalam pembentukan kognitifnya, karena dalam cinta terdapat, stimulus-stimulus yang mempengaruhi pola pikir seorang anak.

PENULIS
Ningrum Nilam Sari
Mahasiswa program studi psikologi islam
UIN Imam Bonjol, Padang, Sumatra Barat.

Comments

  1. Bicara cinta selalau menyenangkan, mengalaminya bisa guncang, heheh,

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Masalah Kebangsaan Bangsa Indonesia

Indonesia Adalah Negara Yang Berkembang Dengan Mempunyai Sumber Daya Alam Yang Melimpah