AKAN BERANGKAT KE YOGYA

Image
Tahun depan aku akan berangkat ke Yogya meneruskan studiku di Universitas ternama
Seperti yang kamu tahu dan pernah aku ceritakan, aku ingin lekas lulus sarjana dan melanjutkan studi,
Apa kabar kamu di kota apel (?) aku harap kamu baik – baik saja
Aku tahu udara di kota apel sangat dingin jelas berbeda dengan kota pahlawan tempatku belajar
Akhir – akhir ini pesanku tidak kau balas, apakah ayahmu marah (?)
Sebenarnya ini yang sejak dulu aku herankan kenapa papamu bisa seperti itu pada semua laki – laki

Engkau tahu bukan bahwa aku bukan laki – laki kurang ajar seperti orang – orang yang sering mengoda kamu
Jelas aku berbeda, namun kenapa kau tidak membelaku sama sekali
Dan memilih mendiamkan pesanku, apakah kau terlalu sibuk (?)
Aku rasa tidak karena kau tipe orang yang malas belajar dan bukan pekerja keras

Baiklah gadis manis saatnya kita selesaikan ini,
Aku akan berangkat ke yogya tahun depan dan meraih gelar master
Dan aku ucapkan semoga engkau baik – baik saja


Sebuah catatan yang sebenarnya saya…

BABARI PANDEMI COVID-19

Demikianlah dalam bahasa Maluku Utara "BABARI" bermakna (saling tolong menolong) untuk suatu keperluan/tujuan tertentu, dalam keseharian kalimat ini selalu di gunakan pada saat setiap hajatan desa atau kerja kelompok Masyarakat di Maluku Utara.

Hal ini bahkan sudah menjadi kebiasaan Masyarakat Maluku Utara untuk saling BABARI atau bergotong royong ketika ada salah satu warga Masyarakat di desa tersebut tertimpa musibah dll, berharap konsep "BABARI" menjadi satu dari sekian juta contoh untuk senantiasa merevitalisasi babari-babari berikutnya termasuk dalam hal ini adalah "BABARI COVID 19".

Sebagaimana "BABARI" untuk tidak keluar rumah jika tidak penting, hingga keluar masuk setiap kabupaten kota, tidak bermaksud untuk menggeser makna sebenarnya hanya sedikit merefleks pikiran dari mencuatnya kasus baru saat ini Bisa di sebut COVID-19.

Dunia dalam keadaan tidak baik-baik saja, mungkin itu kalimat yang dapat mewakili kondisi kita saat ini, jika saat ini orang bertanya hal apa yang paling mengerikan dalam situasi ini, mungkin secara spontan yang terlintas dalam setiap benak kita adalah kematian dengan status positif terjangkit Corona virus, kira-kira seperti itu.

Tak perlu terlalu jauh untuk menjelaskan bgman awal mulanya COVID-19 muncul, sebagaimana beberapa waktu dekade belakangan ini hampir semua pemberitaan baik di media sosial,cetak, maupun elektronik, menyediakan ruang khusus untuk pembahsan dan penangan virus tersebut.

Seiring berjalannya waktu sampai saat ini Jumlah pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) kembali bertambah sebanyak 8.661 sehingga berjumlah 230.411, per Kamis (30/4/2020).
Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 174 sehingga menjadi 21.827.
"Jumlah pasien terbaru, PDP 21.827 dan ODP 230.411," kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam jumpa pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (30/4/2020).
Yurianto menambahkan, kasus positif Covid-19 saat ini sudah tersebar ke 34 provinsi di Indonesia atau 310 kabupaten/kota.

Di Indonesia terhususnya provinsi Maluku Utara saat ini jumlah kasus yang terindikasi positif covid 19 kian hari makin meningkat.
Demikianlah dari 34 provinsi termasuk Maluku Utara juga menjadi tempat tumbuh suburnya penyebaran virus tersebut. Tertanggal 30 April 2020 Khusus Daerah Maluku Utara mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 semakin besar, total dari sekitar 8 kabupaten dan 2 kota yakni Ternate dan Tidore bertambah menjadi 41 orang positif covid-19.

Semakin tinggi angka positif covid 19 akan sangat berdampak pada kondisi ekonomi setiap keluarga. di sebebkan virus tersebut, kita di anjurkan untuk tetap berada di rumah sebagai langkah solusi pemerintah dalam upaya mencegah atau memotong mata rantai penyebebaran virus yang lebih besar lagi.
Dalam konteks ini yang saya maksudkan "BABARI" PANDEMI COVID-19 adalah upaya sadar setiap orang secara bersama untuk senantiasa melakukan gerakan preventif dan promotif perihal memutus mata rantai penyebebaran virus,  sudah tentunya gerakan ini sangat di perlukan terlebih lagi soal kerjasama dan kesadaran bersama, dan tentunya lepaskan ego yang melekat pada pola berpikir yang sesat untuk bumi kita yang sehat.

Untuk Skema gerakan "BABARI" COVID-19 boleh di kata mengikuti anjuran pemerintah dengan senantiasa menggunakan masker ketika bepergian, rajin mencuci tangan di air yang mengalir dan jangan lupa pakai sabun, jaga jarak serta jika tidak ada hal yg penting maka tetaplah di rumah.
kita tau betul Pemerintah punya peran sangat penting dalam hal ini namun akan sangat tidak penting jika anjurannya tidak di indahkan dengan baik, pemerintah juga telah banyak berusaha untuk tetap menjaga kestabilan ekonomi keluarga, darinya di hadirkan  BLT (bantuan langsung tunai) untuk setiap keluarga dalam kategori tertentu di masa pandemic ini. maka sudah tentu pemerintah sangat membutuhkan kesadaran kita demi membantu pemerintah dalam memutuskan mata rantai penyebebaran virus ini.

Masa sulit ini belum bisa di prediksi kapan berakhirnya, dan sampai kapan akan terus berlanjut.
Perlu di ketahui bahwa Stigma-stigma yang beredar di kalangan masyarakat hari ini akan sangat berpengaruh pula pada setiap psikologi siapa pun, termasuk orang dengan status positif, sebabnya telah banyak orang melebelkan Covid-19 sebagai salah satu penyakit yang sangat buruk.
Tentunya setiap orang tak menginginkan dirinya disebut sebagai pasien yang positif covid-19.
Untuk itulah tetap berada di rumah,kerja dari rumah, agar segera kita keluar dari zona ini, tentunya sehat itu bukan apa-apa tapi tanpa kesehatan segala tidak berarti apa-apa.

Kita akan merindukan Maluku Utara sehat dari covid-19 maka mulailah hidup sehat dari diri sendiri, demi untuk sehat bangsa dan negara. Modal terbesar kita adalah Kesadaran Bersama dan kita pasti bisa.

Filosofi bangsa kita adalah filosofi bangsa sagu bangsa yang kuat dan bukan bangsa yang lemah segalanya di lakukan bersama-sama, maka mari BABARI menyelesaikan PANDEMI COVID-19 untuk kita semua yang lebih baik.

Salam sehat dari negri matahari terbit, Timur Jauh 💪🏻💪🏻💪🏻

Penulis :
Yazhar Hidjumra
yazharhidjumra@gmail.com

Comments

Popular posts from this blog

Masalah Kebangsaan Bangsa Indonesia

Indonesia Adalah Negara Yang Berkembang Dengan Mempunyai Sumber Daya Alam Yang Melimpah

Mereka Butuh Cinta